All for Joomla All for Webmasters
Olahraga

Los Blancos Gagal Menang Dari Los Che

baguskali.com

Valencia berhasil selamat dari kekalahan di kandang sendiri dengan mengimbangi Real Madrid di Stadion Mestalla, Senin (4/1) dini hari WIB. Paco Alcacer menjadi penyelamat Valencia atas golnya pada menit ke-83.

Sebelumnya, Valencia tertinggal 1-2 dari Real Madrid yang unggul lewat gol Karim Benzema pada menit ke-16 dan Gareth Bale pada menit ke-82. Sementara itu, Valencia baru membalas lewat gol penalti Daniel Parejo pada menit ke-46.

Valencia agak keteteran mengejar ketertinggalan karena cuma mengandalkan serangan balik. Apalagi skuat mereka tengah dihantam badai cedera seperti yang terjadi kepada Diego Alves, Sofiane Feghouli, Zakaria Bakkali, Jose Gaya dan Shkordran Mustafi.

Kondisi berbeda terjadi dengan Los Blancos, julukan Madrid. Mereka datang ke Stadion Mestalla tanpa adanya pemain yang cedera, maupun larangan bertanding. Akan tetapi Madrid tidak bisa memetik kemenangan dari Valencia yang belum menang dalam enam pertandingan terakhir musim 2015/2016.

Sementara itu kedua kesebelasan sama-sama menggunakan formasi 4-3-3. Duet lini belakang Valencia yang kehilangan Mustafi, digantikan Aderlan Santos untuk menemani Aymen Abdennour. Joao Cancelo yang sejatinya seorang full-back, ditugaskan menjadi penyerang sayap kanan mengisi peran Feghouli.

Real Madrid Berhasil Manfaatkan Celah Area Kotak Penalti Valencia


[Grafis umpan sepertiga akhir Real Madrid. Sumber: StatsZone]

Madrid menggunakan formasi 4-3-3 yang berbeda dengan Valencia. Dua penyerang sayap mereka, Bale dan Ronaldo, lebih sering bergerak di depan area kotak penalti Valencia. Mereka mengandalkan kemampuan individunya untuk melakukan dribel dan beberapa umpan pendek di sana.

Upaya-upaya yang dilakukan Trio BBC (Bale, Benzema, Cristiano Ronaldo) itu agar membukakan celah di pertahanan Valencia, terutama antara Abdennour dan Santos. Di area tersebut sering ada kekosongan karena para gelandang Valencia sering terlambat turun ketika melakukan transisi dari menyerang ke bertahan.

Jarak antara para pemain Los Che itu pun terlalu lebar. Hanya Danilo yang lebih sering berkutat di depan area kotak penalti pertahanannya sendiri. Sementara Parejo terlambat turun membantu pertahanan dan Gomes terlalu bergerak lebar ka kanan atau kiri, sehingga Danilo harus berjibaku sendirian depan area kotak penalti dengan tujuh kali menghentikan lawan dengan tekelnya. Apalagi ia terkadang harus membantu serangan kesebelasannya masuk ke half-space Madrid.

Akibatnya, kekosongan di depan area kotak penalti kerap memancing Abdennour maupun Santos terburu-buru merebut bola dari lawan. Ketidaksabaran itu kerap membuat celah terbuka antara kedua bek tengah tersebut.

Apalagi Ronaldo dan Bale memiliki kemampuan dribel yang sangat mumpuni dan memancing pertahanan Valencia untuk segera merebutnya. Begitu juga dengan Modric dari lini tengah pun memiliki kemampuan dribel yang sangat baik. Modric berhasil melakukan tiga kali dribel sukses, sementara Bale berhasil melakukannya sebanyak dua kali.

Operan-operan pendek yang dilakukan Trio BBC di area depan kotak penalti pun berhasil mencipatakan gol pertama. Kombinasi antara Benzema kepada Bale memancing Abdernnour meninggalkan sarangnya, sehingga Ronaldo tidak mendapatkan kawalan. Alhasil, Ronaldo menjadi pemantul bola kepada Benzema yang berhasil masuk melalui celah yang ditinggalkan Abdennour. Tendangan Benzema pun berhasil membawa tim tamu unggul 1-0 pada menit ke-16.

Valencia Andalkan Serangan Balik Melalui Sayap


[Grafis umpan Valencia yang lebih sering diarahkan ke kedua sisi. Sumber: Statszone]

Jarak lebar para pemain Valencia seperti diinstruksikan agar efektif bermain serangan balik, mengingat keduafull-back mereka hanya naik ke depan hanya ketika melakukan serangan balik saja. Kedua penyerang sayap mereka pun kerap turun membantu pertahanan. Strategi Valencia ini juga menjadi alasan lain yang membuat Madrid lebih sering mengalirkan bola ke tengah, sebelum sampai di sepertiga akhir pertahanan lawan. Lalu, menumpuk Trio BBC di area tersebut.

Di sisi lain, Valencia mengandalkan serangan balik melalui sayapnya. Hal itu yang membuat Rafael Benitez, Pelatih Madrid, menginstruksikan Modric dan Kovacic bermain lebih lebar untuk membantu full-back mereka. Sementara Toni Kroos dibiarkan mengalirkan bola di lini tengah.

Baik Modric maupun Kovacic harus menjalankan strategi pressing ketat kepada lawan. Sebab, Valencia membangun serangan melalui kedua full-back yang dimainkan saat itu. Terutama memulai serangan melaluifull-back kanan yang dilakoni Antonio Barragan. Dirinya dibantu pergerakan Gomes yang melebar ke kanan. Begitu juga dengan Cancelo yang turun lebih ke bawah membantu pertahanan.


[Grafis aksi Kovacic. Biru: umpan sukses; merah: umpan gagal: silang: tekel; bulat: sapuan; wajik: potongan.]

Pergerakan tiga pemain tersebut mesti dihentikan Kovacic yang bergerak lebar ke kiri. Tapi Kovacic nampak kewalahan melakukan tugas tersebut. Kombinasi Barragan, Gomes dan Cancelo begitu cepat, ditambah kemampuan dribel Gomes dan Cancelo cukup baik. Masing-masing kedua pemain tersebut berhasil melakukan dua kali dribel sukses sepanjang laga.

Konsentrasi Kovacic harus terbelah karena harus mengatasi Danilo yang beberapa kali naik ke half-space Madrid. Kovacic pun sampai diganjar kartu merah pada menit ke-68 karena mengganjal Cancelo dengan keras. Kovacic terpaksa mengganjal Cancelo karena Valencia berhasil melancarkan serangan balik cepat ketika area pertahanan El Real kosong karena Marcelo masih belum turun untuk bertahan.

Serangan balik cepat Valencia juga membuat kerepotan pertahanan Madrid yang sering ditinggal dua full-back. Gomes yang biasa bergerak melebar berhasil masuk ke dalam kotak penalti. Kemudian ia dilanggar Pepe dan menghasilkan penalti untuk Valencia yang berhasil dieksekusi Parejo pada menit ke-46. Serangan balik cepat melalui sayap jugalah yang menjadi proses gol Alcacer pada menit ke-82. Alcacer berhasil menyambar operan kepala Rodrigo hasil umpan silang Rodrigo de Paul dari sayap kiri.

Toni Kroos Sebagai Poros Permainan Real Madrid


[Grafis umpan Toni Kroos yang sepenuhnya berhasil.]

Benzema disebut sebagai bintang pada laga ini karena aksinya yang berhasil membongkar pertahanan Valencia. Dirinya melepaskan tiga percobaan tendangan yang salah satunya berhasil menjadi keunggulan pertama Madrid. Benzema juga melepaskan dua umpan kunci dan satu kali memenangkan duel udara.

Tapi peran Kroos tidak kalah penting pada pertandingan ini. Dirinya merupakan pengatur ritme permainan Madrid selama 90 menit. Madrid pun tidak akan memenangkan penguasaan bola 53 persen tanpa perannya.

Dirinya menjadi tumpu permainan Madrid yang mengandalkan umpan-umpan pendek. Kroos menjadi pemain kedua yang paling banyak menyentuh bola sesudah Modric. Kroos mendapat bola 89 kali, sementara Modric 95 kali.

Tidak ada satu pun umpan pendek atau panjangnya yang gagal selama pertandingan tersebut. Kroos melepaskan 80 operan tanpa menemui kegagagalan yang membuat akurasinya memiliki rataan 100 persen. Dirinya yang ditinggal di lini tengah, menjadi penghubung antara Modric di sisi kanan dan Kovacic di sebelah kiri.

Selain itu, Kroos jugalah yang memberikan assist kepada Bale pada menit ke-81. Pemain asal Jerman ini melakukannya melalui eksekusi tendangan bebas. Kroos juga sedikit bergerak ke kiri membantu Kovacic membantu serangan maupun pertahanan. Tapi Kroos jarang terlibat terlalu jauh untuk beradu fisik. Kendati demikian, ia berhasil melakukan tiga potongan di area tersebut.

Kesimpulan

Jarak antarpemain Valencia terlalu lebar. Akibatnya, Madrid lebih mudah melakukan 28 potongan yang memutus serangan Valencia. Lebarnya jarak antarpemain pun membuat Madrid memilih mengirim umpan-umpan pendek.

Transisi Valencia dari menyerang ke bertahan tidak begitu bagus. Para pemain Madrid sering berhasil menembus sepertiga akhir pertahanan Valencia karena celah-celah dari transisi menuju bertahan yang buruk. Pada gol pertama misalnya, kalaupun Benzema tidak menyepak bola ke gawang, ia masih punya opsi memberikan umpan ke Marcelo yang sama sekali lepas dari penjagaan.

Di sisi lain, pertahanan Madrid pun seperti kesulitan menahan umpan panjang pemain Valencia. Hingga menit ke-30 setidaknya ada dua peluang lewat sundulan yang didapatkan Valencia. Gol kedua Valencia pun bermula dari skema seperti ini. Bola panjang dikirim dari sisi kiri, yang berhasil disundul Rodrigo dan dituntaskan Alcacer.

Komentar Anda

Most Popular

To Top