All for Joomla All for Webmasters
Featured

Taman Burung Cemara Asri, Wisata Alam Di Tengah Kota

baguskali.com

Tidak banyak tempat rekreasi alam selain mall di Kota Medan, khususnya untuk membawa anak-anak. Penangkaran burung di Komplek Cemara Asri ini mungkin bisa menjadi alternatif rekreasi keluarga. Lokasi komplek ini terletak di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Dapat dicapai lewat tol, keluar di pintu tol H. Anif.

Ribuan koloni burung beterbangan dan mencari mangsa dengan bebasnya di tengah hiruk pikuk di tengah Kota Medan. Perumahan Cemara Asri yang sudah popular di Kota Medan kerap dikunjungi banyak orang karena merupakan satu-satunya kompleks perumahan yang menyediakan tempat penangkaran burung. Apalagi keunggulan dari Perumahan Cemara Asri yang pantas untuk dijadikan objek kunjungan wisata di Kota Medan.

Di perumahan ini pula terdapat vihara yang merupakan vihara terbesar di Asia Tenggara. Vihara kebanggaan warga Cemara Asri pada khususnya, dan warga Medan pada umumnya ini diberi nama Maha Vihara Maitreya. Kemegahan vihara ini menjadi magnet yang mendatangkan wisatawan tidak hanya lokal, tetapi juga internasional, seperti para wisatawan dari Eropa dan China.

Keberadaan vihara terbesar di Asia Tenggara ini member dampak positif bagi keberadaan dua vihara lainnya dan juga sebuah masjid megah yang tak kalah cantiknya. Semua ini dapat Anda temukan ketika Anda memasuki kawasan perumahan ini. Di samping Maha Vihara Maitreya yang megah, terdapat sebuah rawa kecil yang tadinya hanyalah kavling yang akan dibangun menjadi perumahan.

Namun, atas inisiatif pengelola Kompleks Cemara Asri, H. Anif, lahan tersebut akhirnya dijadikan sebagai tempat habitat burung. Berdasarkan penelitian, jumlah burung di tempat ini terus bertambah setiap harinya mencapai hingga 5.000 ekor. Beragam jenis burung menjadikan tempat ini sebagai tempat peristirahatan mereka. Ada burung kolak malam kelabu, kuntul besar, kuntul kecil, kuntul kerbau, cangak merah, cangak abu, kokokan laut, koreo padi, bangau, dan masih banyak jenis burung yang lainnya.

Tempat ini juga menjadi habitat  beragam jenis ikan tawar dan juga kadal. Habitat burung di tempat ini menjadi nilai tambah sekaligus menjadi objek wisata alam bebas yang menarik. Anda bisa melihat harmonisasi alam dan manusia dan menghiraukan sejenak hiruk pikuk perkotaan yang tipikal. Apalagi di sore hari, ketika keluarga burung baru pulang dari arah pantai, merupakan suatu pemandangan alam yang luar biasa.

Area ini juga menjadi objek komunitas fotografer di kota Medan. Baik itu mengambil angle burung sebagai objek atau sebagai angle. Tak sedikit pula yang memanfaatkan area ini untuk pra wedding.

Pengunjung juga dimanjakan dengan jajanan kaki lima yang dijual tidak jauh dari rawa. Ada pecal, aneka mie, sate, martabak, jus, rujak hingga beberapa penganan etnis Tionghoa.

Jika Anda berencana mengunjunginya, sebaiknya anda datang sore hari antara pukul 4 hingga 6 sore karena itu adalah waktu yang tepat, karena burung siang kembali ke sarang, sementara burung malam baru akan memulai aktivitasnya, sehingga lautan burung di udara tak jarang akan kita jumpai. Kita dapat melihat burung-burung ini terbang dan bertengger di dahan pohon secara dekat, dan satu lagi, sebaiknya Anda jangan lupa membawa pakan ikan, karena di sini kita juga dapat melihat berbagai jenis ikan tawar secara dekat dengan cara memberi pakan, “DI LIHAT BOLEH, DI PEGANG JANGAN”, sejatinya pepatah yang harus Anda terapkan jikalau sudah sampai di tempat ini.

Komentar Anda

Most Popular

To Top