All for Joomla All for Webmasters
Bisnis

Cara Jepang Paksa Warganya Beralih dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Massal

baguskali.com

Artikel ini walaupun ditulis pada 2013 yang lalu, namun masih relevan jika kita kaitkan dengan rencana Indonesia untuk mengimplementasikan moda transportasi massal bagi masyarakat. Sebagaimana kita ketahui, bahwa moda transportasi massal diharapkan nantinya mampu mengurai kemacetan yang terjadi khususnya di ibukota Jakarta dan kota lainnya yang berpotensi menjadi macet.

Pemerintah Jepang memiliki kebijakan yang efektif untuk mengalihkan pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi massal. Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di Indonesia patut mencontoh Negeri Matahari Terbit tersebut.

Atase Perhubungan Indonesia di Tokyo Jepang Popik Montanasyah mengatakan, pemerintah Jepang secara prinsip tidak membatasi atau melarang secara langsung kepada masyarakat untuk memiliki kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor berapapun jumlahnya.

“Pembatasan jumlah kepemilikan kendaraan di Jepang dimulai dari sisi eksternal pendukung yaitu tempat parkir yang sangat terbatas, pengenaan biaya parkir, biaya tol dan harga BBM yang tinggi serta hukuman dan denda yang memberatkan bagi pengemudi kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran,” kata Popik dikutip dari situs Kementerian Perhubungan, Jumat (24/5/2013)

Ia menuturkan, kapasitas parkir untuk gedung kantor pemerintah di kota-kota besar seperti Tokyo berkisar untuk 20 sampai dengan 40 kendaraan setara mobil sedan. Untuk bangunan gedung perniagaan berkisar antara 50 sampai 100 kendaraan dengan biaya sebesar 600 yen/jam atau jika di kurs ke rupiah sekitar Rp 60.000/jam (1 yen= Rp 100).

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4

Most Popular

To Top