All for Joomla All for Webmasters
Featured

Siapa Jonru?

baguskali.com

Kita sering mendengar dan membaca tentang seorang sosok yang kontroversial saat pemilu 2014 yang lalu maupun hingga sekarang ini. Banyak orang mengenalnya melalui media sosial atau dari pemberitaan lainnya, namun tidak banyak juga yang tahu tentangnya. Mari kita mengenalnya lebih dekat.

Jonru, dikenal pula dengan nama Jonru Ginting, bernama asli Jon Riah Ukur, lahir di Kabanjahe, 7 Desember 1970 adalah seorang penulis, pelatih penulis, narablog, dan pengusaha yang dikenal karena usaha self publishing dapurbuku.com dan proyek Sekolah Menulis Online.Selain itu ia juga pendiri Penulislepas.com, Belajarmenulis.com, dan Ajangkita.com.

Ia lulus dari Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro Semarang, tahun 1998.

Jonru menikah dengan Hendra Yulianti pada tahun 2003 dan dikaruniai 3 orang anak bernama Alifia Rasyida Ginting, Muhammad Syafiq Ibrahim Ginting , dan Hanna Meutia Hafizha Ginting. Saat Jonru kecil, keluarganya berpindah agama mengikuti ayahnya.

Atas kegiatannya menulis dan menjadi narablog, ia mendapat dua penghargaan, yaitu Pemenang I Lomba Cipta Cerpen Anita Cemerlang tahun 1994 dan Juara Tahunan (Super Blog) Internet Sehat Blog Award 2009.

Tak hanya itu, Jonru pun juga berkali kali menerbitkan buku, antara lain Novel Cinta Tak Terlerai (DAR! Mizan, 2005), Kumpulan cerpen Cowok di Seberang Jendela (Lingkar Pena Publishing House, 2005), Menerbitkan Buku Itu Gampang! (Tiga Serangkai, 2008. Segera terbit edisi revisi, terbitan Dapur Buku), Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat (cetakan ke-4 oleh Dapur Buku, 2013), Sekuler Loe Gue End (Dapur Buku, 2013), ditulis bersama Akmal Sjafril dan Abdurrahman Abu Aisyah, Sembuh dan Sukses dengan Terapi Menulis (Cetakan ke-2 oleh Dapur Buku, 2013), ditulis bersama dr. Dito Anugoro, Epri Tsaqib, dan lebih dari 90 penulis testimoni terapi menulis, Pancasila, Apa Kabar? (Dapur Buku, 2013), ditulis bersama Edi Santoso dan para pemenang Lomba Menulis Blog Pusaka Indonesia 2013, dan Novel Cinta Tak Sempurna (Dapur Buku, 2014).

Selama Pilpres 2014, Jonru aktif mengkritisi capres Joko Widodo dan mendukung Prabowo Subianto. Ia mendeskripsikan Prabowo sebagai sosok yang ramah, down to earth, apa adanya, dan sangat santai. Namun di sisi lain, ia juga mengakui kelebihan Jokowi yang dianggapnya mau bekerja. Ia juga menyatakan suatu saat ingin bertemu Jokowi.

Selama dan pasca pilpres 2014, Jonru menjadi sasaran keisengan pengguna media sosial yang membuat seolah nama Jonru menjadi lema (entry) dalam kamus besar bahasa Indonesia yang berarti “memfitnah atau menjelekkan nama orang lain” oleh Rivan Heriyadi. Diketahui bahwa Ahmad Sahal juga berkicau hal serupa dengan menyatakan menjonru berarti “menghalalkan fitnah kepada orang yang tidak disukai.” Atas perbuatan ini, Jonru melaporkan keduanya ke Polda Metro Jaya atas perbuatan mencemarkan nama baik.

Ingin menambahkan tentang beliau? silahkan tulis komen dibawah ini.

 

Komentar Anda

Most Popular

To Top