All for Joomla All for Webmasters
Eduinfo

Tiga Puisi karya Etty Raz Menjadi Pilihan Lomba Baca Puisi Raz Championship VIII

baguskali.com

Puisi Pilihan 1
Judul: Membungkus Pematang Terendam
Karya: Etty Raz

Aku berjalan tertatih tatih timpang berat sebelah
Jemari kecil tangan kiriku digenggam lembut namun kokoh
Seolah tak ingin terlepas
Namun jemari kananku bertanya ini penuh harapan
Seakan bertanya kemana pemilik genggaman yang kasih itu?

Padang Ilalang ku jalani bersama kesendirian
Tiada kompas penuntun arah apakah utara, selatan, barat atau timur
Yang tampak setitik fatamorgana cahaya terpantul nun di ujung sana
Ku daki bukit dan gunung terkadang hutan belantara
Yang penuh onak dan duri, bersama binatang buas
Yang siap mencengkram dihadapanku
Terengah-engah mendaki terus mendaki

Terhenyak sampai di ujung tebing, dibawahnya siap
menganga lobang ngarai yang sangat dalam
Berkali-kali ku turuni lembah yang penuh batu cadas yang sangat tajam, sedikit saja terlena
Niscaya akan berguling-guling terperosok dalam kehancuran
Arung jeram berkelok-kelok penuh dengan batu besar dan air terjun yang deras, namun terseok-seok
Langkahku terus ku pacu mengikuti mengalirnya air ke muara,
Mungkin disana ada tempat penantian untuk berehat

Duh akankah aku mengeluh?
Tidak… tidak… tidak
Doaku belum optimal, ikhtiarku belum maksimal
Hai raga yang kekar dan jiwa yang tegar
Mari bersama kita hadang laut samudera yang terbentang luas ini
Biduk di kayuh menghadang ombak badai
Hujan panas diselingi angin puting beliung
Terkadang riak riak kecil dengan angin sepoi sepoi melenakan tidur yang lelah
Subhanallah, Alhamdulillah, Lailaha Illallah, Laahaula walaa quwwata illa billah
Aku bertasbih memuji Mu ya Allah
Tiada yang besar melebihi Agung Mu
Tiada yang kuasa melebihi Kuasa Mu
Kau limpahkan Anugerah dan Rahmat Karunia mu

Ya Robbi…..
Kini aku sudah berada di pulau dambaan
Tanah yang subur, dengan buah buah yang ranum
Taman asri dengan panorama yang indah
Penuh dengan bunga warna warni

 

Puisi Pilihan 2
‘Tuk ”Qurrata A’yun”
Karya: Etty Raz

Andaikan dunia bisa dibeli
Pelengkap istana permainan
Bercanda, tertawa bahagia
Andaikan bintang dapat dipetik
Penerang kelam kegelapan
Bersinar, cahaya kemilau
Buah hatiku….

Kasih bunda tidak sebatas kebanggaan
Bukan sekedar pelampias dahaga
Tidak pula sekedar belaian
Apalagi pemuas keinginan

Dari berjuta koleksi cinta
Diantaranya satu sangat berharga
“ilmu”
Anakku!
Kan ku hibahkan dengan segenap kemampuan
bermodalkan do’a dan keyakinan
walau keringat menetas dari kulit
Meskipun darah mengalir dari tubuh
Jihad tegar cucurkan ilmu ‘tuk mu

Tuntutlah!… Wahai permata hati
Kejarlah!…duhai cahaya mata
Raihlah!.. ya anakku
Demi kebahagiaan dunia akhiratmu

 

Puisi Pilihan 3
Kemana Perginya?
Karya: Etty Raz

Gundah, sedih, benci,
Ya..lihat…

Lihat nusa indah
Hidup segan mati tak mau

Lihat bukit barisan zamrud khatulistiwa
Warnanya semakin memudar
Lihat untaian mutiara Sabang Merauke
Cahayanya tak lagi kemilau

Sri Deli, Bengawan Solo
Tinggal lagu belaka
Bahkan tertelan irama rap atau rock

Pantai Cermin, Bunaken
Mungkin hanya sebuah nama
Terhimpit mall atau plaza

Yang ada warna-warni membosankan
Yang ada bau busuk memuakkan

Floraku cantik
Raflesia, Gandaria, Kecapi
Dimana lembahmu?
Ingin kupupuk dengan jemari mungil ini

Faunaku manis
Komodo, Orangutan, Cendrawasih
Dimana rimbamu?
Ingin kusuapi dengan tangan yang lemah ini
Duhai yang maha pencipta penguasa alam semesta
Beri kesempatan dalam Kasihmu-Mu
Agar mereka kembali kepelukanku
Agar mentari bersinar kembali di bumi pertiwi

Komentar Anda

Most Popular

To Top