All for Joomla All for Webmasters
Featured

Nasehat Bijak Dari Palestina Untuk Para Wartawan/Media Yang Bertemu Perdana Mentri Israel

baguskali.com

Dikutip dari Facebook Abdillah Onim, seorang Wartawan di Palestina asal Indonesia:

Berada di Gaza Palestina sejak 7 tahun silam, Jiwaku terpaut dengan kaum yang tertindas, terikat oleh batin Persaudaraan.

Bang Onim terjun ke dunia Journalist baru-baru ini saja yaitu ditahun 2010, saat itu ga paham nulis berita, naskah, artikel, megang kamera, apalagi bicara depan kamera sebagai reporter, ga pernah..yang ada dengkul gemetaran karena grogi.

Bang Onim bukan seorang lulusan Penyiaran atau Broadcast, akan tetapi Ijazah S1 Ekonomi dan Perbankan Syariah (Uhamka Limo).

Kondisi Gaza Palestina lah yang memotivasi, mendorong, menyulap saya dan dengan ijin Allah SWT, yang tadinya ga paham Lead berita sekarang jadi paham, Ga paham nulis naskah berita kini jadi paham, tadinya gemetar nomong depan kamera sekarang tidak bahkan tanpa teks, pembuatan film dokumenter dengan berbagai program, bahkan 2hari lalu berhasil meluncurkan kantor Berita Suara Palestina dengan mempekerjakan pemuda-pemudi Palestina hingga terjun kedunia Organisasi Kemasyarakatan bertaraf internasional di Palestina dan Indonesia dan dengan berbagai Program Kemanusiaan, diterima baik oleh Masyarakat Palestina semua elemen.

Jikalah saya diberi pilihan :

A. Imbalan Jabatan,Pembaca Berita di TV,Uang Triliunan dengan 1 syarat : Berpose ria senyum sumringah dengan Pembunuh,penindas,penjajah,pembunuh anak2 Palestina.

B. Relawan dan tidak ada iming-iming dengan 10 syarat : Berdiri bersama kaum tertindas dengan duka,derita dan luka serta suarakan aspirasi mereka.

Pilihan saya jatuh di B.

Karena saya sangat yakin dengan bersama kaum tertindas maka Allah SWT akan angkat martabat, harga diri tidak hanya di dunia, akan tetapi juga di Akhirat kelak insya Allah. Amin
Saya manfaatkan karunia Allah SWT berupa Akal, Hati (Nurani) dan Panca indra (kedua mata).

Mereka yang memilih Jawab A.

OtomatisTak bermartabat, tidak punya harga diri, dilecehkan, di kecam, Gila Jabatan, Tidak manfaatkan Akal Sehat, Miskin Hati Nurani.

====================================================

Sebagai Penutup,

Pada hakekatnya Wartawan/Media adalah status yang mulia, terpuji dan sangat dihargai karena selalu berada bersama mereka yang tertindas, ya tugas kita membuka tabir, menguak, mengabarkan sebuah kejadian sesuai realitas, tidak boleh ditambah atau dikurangi, tentu mengutamakan etika dan adab, tugas utama kita menyebarkan kabar yang benar agar diketahui oleh masyarakat umum.

Dan sebaliknya, akan tercoreng, dihina, dikucilkan, dikecam dicaci maki dan rangkaian penghinaan lainnya jika salah memposisikan atau gagal memahami arti seorang Wartawan, jika Wartawan berpihak dan menutupi kebenaran maka akan muncul kisruh dan cemooh yang di dapat.

Jangan hanya karena pertahankan materi semata atau ambisi dinaikkan Gaji sehingga lupa dan meniggalkan etika dan adab menjadi seorang Wartawan, kedzoliman nyata di tutup tutupi atau bahkan berada diposisi orang2 yang dzolim atau para penindas dan pembunuh khususnya penindasan dan pembunuhan yang dilakukan oleh Penjajah terhadap anak-anak dan warga sipil Palestina.

Menjadi seorang Wartawan/Media itu jangan panik, jangan khawatir rezki sudah diatur oleh Sang Pencipta Langkit Dan Bumi. Langit dan Bumi/Jagat Raya Dia (Allah SWT) cipta hanya butuh waktu 6 Hari (Allahu Alam, kalo ga salah) masa hanya rezki bagi seorang Wartawan, sangat mudah dan tidak apa-apanya.

Hanya Orang Bodoh saja yang mengatakan : Kerja Haram saja susah apalagi yang Halal.

Dunia dan Palestina butuh Wartawan yang Adil, Jujur, Syarat Etika dan Motivasninya bukan Materi atau Jabatan.

Salam Hormat,

Bang Onim di Gaza Palestina

Komentar Anda

Most Popular

To Top