All for Joomla All for Webmasters
Featured

Win R.G., Segera Luncurkan Novel Terbaru “Bulan, Duhai Rembulan”

baguskali.com

Bicara sastra tak lepas dari kegiatan tulis menulis. Sumatera Utara salah satu provinsi yang melahirkan banyak penulis-penulis handal seperti A.A. Bungga, A.A. Loebis, A.N. Zaifah, A. Rahir Qahar, Abdul jalil sidin, Abdual Situmeang, A.R. Nasution, Agam Wispi, Aldian Aripin, Amal Hamzah, Amir Hamzah, Anwar Bayu Putra, Armijn Pane, B. Yass, B.Y. Tand, Barus Siregar, Bokor Hutasuhut, Damiri Mahmud, Darius Marpaung, Djamalul Abidin ASS,  Djawastin Hasugian, Djohan A. Nst, Foeza Me Hutabarat, Gayus Siagian, Hamsad Rangkuti, dan masih banyak lagi.

Di kota Medan, ibukotanya Provinsi Sumut ini, ada salah seorang perempuan penulis yang sudah cukup dikenal dikalangan seniman-seniwati dan mahasiswa. Sosoknya yang sederhana dan pendiam ini sangat produktif dalam hal tulis menulis.

“Saya sudah menulis 20 buku, di antaranya adalah sastra dan nonsastra seperti buku ajar, novel, novelet, antologi cerpen, antologi puisi, antologi esai, dan lain-lain. Telah menulis sekitar 200 judul cerpen dan ratusan puisi”. Terang perempuan kelahiran Indrapura, Batubara 7 September 1983 ini.

Tulisan terbaru yang sedang digarap yaitu sebuah novel yang insyaa Allah berjudul “Bulan, Duhai Rembulan”. Novel ini berkisah tentang tiga pria yang menyukai satu gadis dewasa. Wanita ini jatuh hati dan merencanakan menikah dengan pria pertama, namun dia malah menikah dengan pria kedua, tapi menua dan bahagia bersama pria ketiga.

“Hayo, pasti bingungkan? ini akan menjadi dunia imajinasi saya yang seru dan rumit. Direncanakan awal tahun depan akan meet and greet dengan novel ini” ujarnya kepada baguskali.com.

Perempuan ini bernama Winarti Ransih. Beliau bekerja di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMSU sebagai staf pendidik dan menjabat sebagai sekretaris program studi sejak 2010 hingga sekarang.

“Kegiatan saya sekarang masih tetap menulis berbagai tulisan, mengirim tulisan ke media, mengajar, menyusun kurikulum KKNI di prodi, memenuhi permintaan sebagai pembicara di berbagai tempat, dan sedang sangat bahagia-bahagianya berkebun, menanam banyak buah, bunga, dan sayur” jawabnya saat ditanya baguskali.com mengenai kegiatannya.

Perempuan dengan nama pena Win RG mengatakan bahwa ia menulis sejak kelas dua SD. Di kelas dua SD mulai menulis puisi, kelas tiga SD menulis cerpen, kelas empat SD mulai menulis buku harian, kelas lima SD menulis lagu.

“Ada sebuah lagu yang sudah masuk dapur rekaman judulnya Biarkan Bintang Benderang, sountrack dari novel Biarkan Bintang Benderang karya saya tahun 2010 yang dinyanyikan oleh group nasyid Zihad” Tambahnya.

Buku pertamanya berjudul ‘Bintang’. Buku ini telah diluncurkan hingga seri kedua. Begitu juga dengan buku terakhirnya “Jus Alpukat” yang juga diluncurkan hingga seri kedua.

Tak hanya mampu menulis, wanita lulusan Pascasarjana Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah ini juga terus me­nyebarkan virus menulis. Mengawali dari organisasi kampus di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Teropong UMSU, Win sekarang telah membentuk komunitas menulis yang diberi nama Win’s Sharing Club (WSC).

Prestasinya tak sampai disitu, Win juga membentuk lembaga publishing di bawah naungan Forum Alumni Teropong (Format) Publishing. Dari sini, ia banyak membantu penulis untuk menerbitkan karya-karyanya. Dan sekarang, buku-buku hasil terbitannya di Format Publishing mampu berhijrah ke negara tetangga, Malaysia.

“Alhamdulillah beberapa waktu lalu saya sudah sempat bertemu dengan sastrawan asal Malaysia. Sekarang buku-buku itu sudah sampai di perpustakaan yang ada di Malaysia,” ujar wanita yang kerap tampil menjadi juri dan pembicara di beberapa acara ini.

Ke depan, wanita delapan bersaudara ini memiliki harapan bisa mendunia. Karya-karyanya bisa dibaca masyarakat di berbagai negara.

“Mimpi saya itu terlalu tinggi. Untuk bisa sampai ke sana, tentu harus belajar lagi. Saya ingin novel saya bisa diubah berbahasa Inggris dengan terjemahan saya sendiri. Dan pasti memang harus memperdalam bahasa Inggris saya,” ujar lulusan terbaik Program Bahasa Indonesia Pascasarjana  UMN Al Washliyah ini.

Bukan hanya itu, ke depan, Win juga berkeinginan menjadi penerjemah buku. Melanjutkan program studi S3 di luar Medan dan lain sebagainya.

Pesan saya untuk anak muda saat ini adalah setiap orang diberi kelebihan oleh Allah. Cari dan galilah kelebihan itu, jadikan hobi yang bisa bergerak menjadi profesi.

Komentar Anda

Most Popular

To Top