All for Joomla All for Webmasters
Featured

Kisah Hijrah Vokalis Band Death Metal Purgatory Menuju Sunnah

baguskali.com
Foto Fitria Kurniawan.

Berikut cerita dari akhi Madmor (Akhmad Abu Taqo) mantan vokalis band Purgatory.

# Setelah tidak lagi menjadi vokalis purgatory, apa aktivitas bang amor?

* Insya Allah, salam dulu ya. Assalamualaikum. Lepas dari purgatory ya jadi orang biasa, bapak sekian anak, mencari nafkah. Ga ada profesi, yang begitu keluar dari profesi vokalis kemudian jadi yang lain, ga ada.

# yang jelas meninggalkan music?

* Meninggalkan music, selebihnya kayak orang lain.

#kenapa?

* Kalo ditanya itu kan masalah hati. Allah menentukan gw punya pilihan lain, untuk berhenti dari music. Karena hidup ini kan ada batasnya… Mati. Nah gw berpikir apakah sampai mati gw begini, kita kan butuh bekal. Itu yang akhirnya diputuskan gw cari ilmu dulu deh. Daripada ada hal yang lebih bermanfaat yg bisa gw lakukan. Kayak gitu. Jadi menurut gw itu terlalu duniawi.

# Ada satu kejadian yang menarik?

* Ga ada. Datang gitu aja di hati, niat cari ilmu, begitu dapet, oh ternyata seperti ini dalam agama gw.

# Seperti apa?

* Hujjah menyatakan bahwa rosulullah bilang akan datang suatu kaumku ketika mereka menghalalkan music dan khamr. Itu kan berarti music haram. Dan banyak lagi literature ulama bilang music ini dilarang. Dulu gw ga tau itu. Begitu gw tau gw ngerti konsekuensinya, gw mengerti. Ngapain gw terusin. Yaudah gw stop.

# Music jenis apapun?

* Semua jenis music

# Tapi kan pada faktanya music digunakan media syiar islam?

* Ya tidak menjadikan music itu sebagai zat halal. Karena rosul tidak bilang alat music haram kecuali dakwah, gak ada begitu. Kalau ada, gw tetep di purgatory kalo gitu. Tapi Allah sudah membelokkan hati gw dari mencintai music menjadi cinta yang lain dan gw bahagia.

# Sekarang tidak cinta music?

* Nggak. Gw takut malah kalo main music

#Takut?

* Takut karena menurut gw gini, gw pilihannya antara denger music dan al quran, gw lebih milih al quran ada ganjarannya dan dapat pahala. Kalo music kan nggak. Gw lebih pilih bisa menikmati pahala nanti dibanding denger music. Dan itu gak bisa diotak-atik lagi di hati gw. Enak banget dengerin music. Iya enak, gw masih bisa gini2 dengerin music. Tapi gw mau nilai lebih untuk investasi akhirat nanti.

# Padahal saat itu madmor punya massa banyak. Mereka mendukung atau menolak?

* Menolak. Pas gw keluar mereka datang rame2, kenapa keluar ayolah sayang. Ya gimana. Ya memang itu godaan, gw pengen balik lagi temen2 gw di sana. Tapi ya by process ternyata Allah ganti teman2 gw dengan teman baru. Itu yang bisa bikin gw menikmati hidup. Orang yang ga mau berteman sama gw, karena gw vokalis, bukan krn gw musisi. Tapi berteman sama gw Karena Allah. Gw cinta lu karena Allah. Gw nyaman berteman dengan lu krn Allah.
Lalu gw bergabung dengan kelompok eks musisi yg bergerak di bidang dakwah
Tidak secara khusus sih, awalnya karena bertemu, oh si ini berubah juga, oh si ini juga, saling kenal, kumpul aja.

The Strangers maksudnya…the strangers al ghuroba.
Iya dulu ada the strangers al ghuroba. Alhamdulillah itu teman2 yg eks musisi, yg sdh berubah. Mereka alhamdulillah bisa melakukan sesuatu yang lebih. Menjadi fasilitastor dakwah dan bukan pendakwah.

# Siapa aja mereka?

* Aaduh. Ada lah, banyak lah… Ya kalo disebutin satu2 banyak.
Dan masih ada sampai sekarang.

# Dengan nama yang sama?

* Iya.

# Cuma bedanya, dulu musisi, sekarang tidak main music?

* Iya. Sekarang ga main music. Kehidupan lainnya sama seperti orang lain.

# Bukankah sayang ya… Seseorang yang punya talenta, lalu tidak dimaksimalkan dan ditinggalkan. Dalam hal ini music?

* Talenta orang kan ga sebatas di situ aja. Mana pilihannya seandainya talenta itu berguna buat diri lo sendiri, atau talenta lo berguna buat orang banyak? Gw lebih pilih alangkah indahnya hidup ini jika kita berguna bagi orang banyak. Itu sih yang dipilih sama anak2 sekarang karena mereka mau cape bikin kajian karena orang datang menimba ilmu di situ. Dia berharap dapet kebaikan di situ.

# Di music ga dapet kebaikan maksimal?

* Wallahu alam. Gw ga tau ya seberapa banyak orang yg kebaikan atau malah keburukan. Tapi yang pasti kalau misalkan lo dating ke kajian, kebaikan yang lo dapet. Kan music ga bisa jadi patokan. Musisi banyak yg bunuh diri, kena drugs. Orang yg ke pengajian ga ada yg over dosis. Jadi kalau misalkan lu bilang music bisa datangkan kebahagian, Michael Jackson mati. Mariah carey super diva loh, tetap aja stress. Tapi kalo lo baca quran jelas kebaikan. Jadi udah ada pilihan jelas. Gw pilih yang jelas jadinya.

# Bang madmor adalah tokoh penting dalam one finger movement. Adakah itu indikasi bahwa one finger movement melemah?

* Oh nggak. Gw bukan tokoh penting di situ. kebetulan ada di satu grup, dan di situ ada pergerakan, dan gw nggak menunjukkan bahwa gw adalah one finger movement. cuman karena arus yang ada saat itu mau gak mau gw di situ. Dengan keluar juga nothing lah nggak menjadi suatu juga buat mereka. dan itu bukan poin juga buat gw. mungkin satu dua orang yang merasa kehilangan karena itu temen deket, tapi selebihnya kayaknya nggak juga, biasa aja. karena gw nggak punya peran apa2.

# Nggak punya peran apa2? abang merasa begitu?

* Iya. Hehehehe

# Lalu abang melihat one finger movement saat ini seperti apa?

* Gua nggak tau. kalo ditanya one finger sekarang, gw nggak ngerti apakah masih ada, siapa aja orangnya, gw nggak tau.

# Perlu tidak untuk menyiarkan dakwah di kalangan orang suka musik?

* Semua perlu untuk menerima kebenaran. cuma bukan kapasitas gw untuk menyampaikan itu. gua cuma bisa berdoa semoga Allah memberikan pencerahan mana yang hak dan batil,. jadi kalau gw disuruh dakwah di sana gw bukan pendakwah, ilmu nggak ada.

# Tapi mungkin nggak, bang madmor, sama teman2 the strangers al ghuroba yang lain awalnya bermusik, kembali bermain musik suatu saat nanti?

* Wallahu alam. Hati itu hak prerogratif Allah. pagi lu muslim, sore lu musyrik… bisa. pagi lu mencintai musik, sore lu bisa membencinya. Kalo dulu mencintai musik skarang lebih senang dunia dakwah, suatu saat balik lagi kan mungkin aja. itu semua cuma Allah yg tau. Jadi kalau ditanya anak2 mau main musik lagi? mungkin aja.

# Termasuk abang?

* Termasuk iya. mungkin aja, gw cuma berdoa ya Allah tetapkan hatiku. karena ya cuma Allah. kalau Allah udah belokin sedikit, mau apa lo. Nggak bisa. Jangankan untuk main musik, jadi orang berbeda aja bisa, karena hati. Karena rasa suka, cinta itu urusan hati. Nggak ada rumusan untuk tetap.

# Tapi saat di metal satu jari abang mengajak orang utk meyakini keyakinan yang abang yakini?

* Nggak, gw nggak tau. dulu ya. setau gw nggak, apa sih gw cuma menyampaikan apa yang ditulis di lagu. Ilmu gw nggak ada. Ilmu gw cuma apa yang ditulisi di situ. Jadi gw nggak ngajak ayo one finger movement. Kayaknya nggak deh, gw berteman dengan semua scene saat itu.

# Dan semua scene menghormati pilihan abang itu?

* Wallahu alam nggak tau. Mereka suka atau enggak, gw nggak tau.

# Purgatory saat itu juga memasukkan nilai kebaikan kitab suci ke lagunya.

* Iya. tapi itu kan lebih ke preferensi masing2, lebih di lirik maksudnya. memang dulu ya ayo kita buat lirik islami, memang begitu adanya. Tapi apakah itu ukuran kebenaran atau nggak gw juga nggak ngerti, karena kalau sekarang ditanya kalau mau berdakwah ada caranya, yang tidak melanggar syariat. paling tidak aman lah.

# Abang nulis juga di purgatory?

* Nggak, gw nggak nulis, Alhamdulillah.

# Alhamdulillah?

* Karena kalau gw nulis juga. kalau sesuatu itu bawa influence bagus, ya alhamdulillah. kalau nggak jadi dosa gw. Yang jelas gw nggak ikut nulis di lirik itu.

# Pertanyaan terakhir… abang berharap dakwah dan musik ini jalan beriringan atau terpisah?

* Gini… dakwah itu kan menyampaikan ilmu ya. segaka sesuatu ada contohnya… sudah dilakukan sama rasul. Dakwah itu kan menyangkut agama. Jadi kalau lo ingin menyampaikan sesuatu ya bagaimana rosulullah menyampakannya. Ada improvisasi dakwah tapi tidak keluar dari syariat. bagaimana lo aja berdiri di atas kebenaran sementara jalan yang lo jalani itu tidak sesuai syariat. itu kan namanya menggabungkan hak dan batil.. itu yang baiknya tidak dilakukan. Kalau mau dunia ya dunia aja. Kalau mau akhirat ya ada contohnya. Rasulullah melakukan a sampai z tinggal copy paste aja. Kalau memang dakwah bisa lewat musik, rosululloh bakal jadi orang pertama yang melakukannya. tapi ternyata enggak kan. Alat musik dulu kan udah ada.

# Tapi rasul tidak memainkannya?

* Tidak memainkannya dan tidak menjadikannya alat dakwah juga.

Sumber dari : canisaymagz.blogspot
Dengan beberapa revisi atau penambahan.

Note :
Hadirilah kajian islam ilmiyah terbuka untuk umum

Tema : HALALNYA MUSIK
Bersama ustadz Ali nur lc.
Dan Madmor (akhmad abu taqo) mantan
vokalis band metal purgatory.

Sabtu 23 april 2016 jam 09.00 wib s/d selesai
Di masjid al jihad. Jln abdullah lubis, MEDAN

Komentar Anda

Most Popular

To Top