All for Joomla All for Webmasters
Featured

Dunia Pendidikan Berduka, Mahasiswa Bunuh Dosen di Hardiknas 2016

Baguskali.com

Tepat pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2016, dunia pendidikan Medan tercoreng peristiwa berdarah. Seorang mahasiswa diduga telah melukai leher dan menebas tangan dosennya sendiri hingga tewas, Senin (2/5/2016) sore.

Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang bernama Dra. Hj. Nuraini Lubis (63) mengembuskan napas terakhirnya setelah mengalami luka cukup parah di leher dan tangannya yang nyaris putus.

“Kejadiannya di FKIP. Ibu itu langsung dibawa ke rumah sakit karena leher dan tangannya digorok mahasiswa FKIP. Motifnya enggak tahu kami,” kata salah seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi UMSU.

Nuraini, Dosen Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIP UMSU) tewas ditikam mahasiswanya sendiri, Senin (2/5/2016) sore. Pelaku diketahui bernama Roymando Sah Siregar.

baguskali.com

pelaku Roymando Sah Siregar

Awalnya pelaku datang ke gedung FKIP untuk membicarakan masalah perkuliahannya, namun tiba-tiba mereka cekcok.

“Enggak lama anak itu masuk, tiba-tiba terdengar jeritan dari dekat ruang dosen. Tau-taunya sudah berdarah-darah,” kata Fandi, salah seorang mahasiswa UMSU.

Tak lama kejadian, pelaku keluar dengan menenteng senjata tajam dan kabur ke gedung Fakultas Ekonomi. Ratusan mahasiswa pun langsung berteriak kencang.

“Informasinya masih simpang siur. Saya sendiri juga masih mencari tahu,” kata Ribut, Humas UMSU.

Terkait kasus ini, korban dikabarkan digorok di bagian leher. Selain itu, tangan korban juga disayat beberapa kali.

Evakuasi

Puluhan personil gabungan Polresta Medan yang berusaha mengevakuasi pelaku pembunuhan dosen Fakuktas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIP UMSU), Roymando Sah Siregar, nyaris menabrak ratusan mahasiswa.

baguskali.comPasalnya, sejumlah mahasiswa sempat membangun barikade di depan Fakultas Ekonomi.

Sembari mengendarai sepeda motor trail, polisi pun menggeber-geeber trail. Sontak, mahasiswa menjerit semaunya.

“Woii, jangan arogan polisi. Jangan gitu caranya kalian,” teriak ratusan mahasiswa, Senin (2/5/2016).

Meski mendapat perlawanan polisi tetap kukuh melajukan kendaraannya.

Akibat kejadian ini, sejumlah mahasiswa tampak terjatuh dan berdesak-desakan.

“Tolong jangan dihalangi. Kami hanya ingin mengamankan pelaku,” teriak salah seorang polisi.

Hingga saat ini, suasana di UMSU masih mencekam. Ratusan polisi kembali menggeruduk masuk kampus Muhammadiyah tersebut

Berusaha Kabur

Roymando Sah Siregar, mahasiswa semester VI Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIP UMSU) yang menikam dosennya, Nuraini terjebak di kamar mandi Fakultas Ekonomi.

Usai menggorok korbannya, pelaku berusaha kabur dengan barang bukti senjata tajam.

“Jangan kasih keluar dulu. Tetap di dalam dulu,” kata Kapolsekta Medan Timur, Komisaris BL Malau yang turun langsung ke lokasi.

Kemudian, Malau yang mengenakan seragam dinas bernegosiasi dengan ratusan mahasiswa.

Para mahasiswa meminta agar pelaku segera keluar dari kamar mandi.

“Tenang dulu kalian. Biarkan kami berpikir sebentar,” ungkap Malau yang tampak mandi keringat.

Meski diberi pengertian, mahasiswa tetap meminta pelaku untuk dikeluarkan.

Hingga pukul 17.00 WIB, pelaku masih terjebak di kamar mandi dan mendapat pengawalan ketat dari polisi.

RSS merupakan mahasiswa FKIP UMSU stambuk 2013. Dari informasi yang diperoleh, pelaku beralamat Jalan Merdeka Gg Madrasah Kelurahan Ombun Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Sidimpuan.

“Coba kasih jalan dulu. Jangan ada yang di tengah jalan,” ucap Malau mencoba meredam amarah para mahasiswa.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak UMSU dan Polresta Medan.

Komentar Anda

Most Popular

To Top