All for Joomla All for Webmasters
Featured

Video Gempuran Rezim Assad Merahkan Aleppo Suriah

baguskali.com

Gempuran kekuatan bersenjata yang menimpa warga sipil Suriah, terutama di Aleppo, menjadi tragedi besar dunia. Serangan yang menyasar fasilitas publik setara aksi genosida atau tindakan tak berperikemanusiaan yang sangat tak dibenarkan. Dunia harus bertindak menghentikan penghilangan nyawa semasif ini.

Gencatan senjata yang diberlakukan, ternyata tidak menghentikan kekerasan bersenjata di Suriah. Bahkan dalih memadamkan pemberontakan sipil, menjadi pembenar rezim untuk tak segan menghantamkan rudal udara dan bom mematikan ke tengah sasaran warga sipil. Suriah memerah darah. Hanya dalam hitungan jam sejak serangan terakhir di hari Jumat pekan lalu, serangan berdarah yang menerjang Aleppo sudah menuai kecaman jutaan publik dunia. Tagar #AleppoIsBurning dan #saveAleppo pun memenuhi ragam lini masa di media sosial.

Serangan atas fasilitas publik paling vital yakni sebuah rumah sakit sipil di Al Quds yang merenggut kurang lebih 30 korban jiwa dan sedikitnya 62 luka-luka. Bahkan, 24 jam sebelum serangan fatal ke rumah sakit sipil ini, pesawat milik militer Rusia melepas roket kendalinya dan menargetkan markas tim keamanan sipil di wilayah Atarib, Aleppo. Lima personel keamanan tewas dalam serangan udara yang tak imbang ini. Aleppo, kota paling utara dan salah satu yang terbesar di Suriah, kini makin hancur tak berbentuk. Gempuran rezim Assad selama lebih dari dua pekan tanpa henti meluluhlantakkan ratusan fasilitas sipil di kota ini.

Menurut data UNHCR April 2016, jumlah orang yang tewas akibat konflik berdarah di Suriah mencapai 10.381 orang, sedangkan jumlah pengungsi yang tersebar di beberapa negara mencapai 4.842.896 orang, dengan rincian di Turki 2.749.140 jiwa, Lebanon 1.055.984 jiwa, Yordania 642.868 jiwa, Irak 246.123 jiwa, Mesir 119.665 jiwa, Afrika Utara 29.116 jiwa, dan Eropa 972.012 jiwa.

Komentar Anda

Most Popular

To Top