All for Joomla All for Webmasters
Featured

Gencatan Senjata, Serangan Udara Tetap Hantam Kamp Pengungsi Suriah

baguskali.com

Api konflik di Suriah belum berhenti membara. Walaupun sejak Kamis dinihari (5/5) waktu setempat, gencatan senjata resmi diberlakukan di Aleppo, namun nyatanya ketenangan sebentar hanya berlaku di Aleppo saja. Deru roket udara dan ledakan mematikan tetap bisa terjadi di beberapa kawasan lain di Suriah, tiap menit, tiap lompatan detik yang berdetak.

Kekhawatiran ini pun terbukti, belum lewat 24 jam pasca pengumuman gencatan senjata diberlakukan di seluruh Aleppo, tindakan barbar rezim pemerintahan Assad kembali melancarkan kejahatan perang paling keji. Sebuah serangan roket udara diluncurkan oleh jet tempur berbendera Russia menghantam telak kamp pengungsian Kamuna, kamp pengungsi warga sipil Suriah di Kota Sarmada, Provinsi Idlib. Sebuah kawasan yang berada dekat dengan perbatasan Turki. Ironisnya lagi, serangan mematikan ini dilontarkan saat sebagian besar warga sipil di kamp pengungsian sedang tertidur lelap, Kantor Berita Al Jazeera melaporkan, sedikitnya 30 jiwa warga sipil terbunuh, termasuk anak-anak.

Sebuah video pasca serangan yang diunggah ke media sosial menggambarkan jelas kondisi luluh lantak kamp pengungsian ini. Sekian menit menyaksikan potongan video tersebut seketika nurani ini terkoyak. Serangan udara di bawah kendali Assad jelas menyasar telak kamp pengungsian. Sengaja menyasar warga sipil yang sedang terlelap dalam tenda-tenda pengungsian. Hanya menyisakan tenda-tenda pengungsian dalam kobaran api. Asap putih masih menyembul pekat di balik tenda-tenda pengungsian yang hancur lebur. Reruntuhan barang-barang pengungsi berserak hancur di atas lumpur tebal di sekitar kamp. Semua terlihat menghitam terbakar. Dalam beberapa frame video tersebut, puluhan tubuh korban hampir tak dikenali lagi, nampak berdarah, terbakar akibat hantaman rudal.

Mengutip Reuters, Nidal Abdul Qader, warga sipil Suriah yang tinggal hanya berjarak 1 kilometer dari kamp mengatakan, setidaknya ada 50 tenda kamp pengungsian Kamuna dan satu sekolah darurat di dalam kamp habis terbakar diterjang rudal.

Perwakilan dari PBB urusan kemanusiaan, Stephen O’Brien berada tak jauh dari lokasi pasca kejadian. Ia mengatakan tak bisa berucap apapun selain mengutuk keras serangan ini. “Jika serangan barbar ini memang sengaja menyasar infrastruktur sipil bahkan kamp pengungsian seperti ini, sebuah kejahatan perang sedang dilakukan oleh Assad,” kata O’Brien dalam pernyataannya kepada Reuters.

Kamp pengungsian Kamuna jadi salah satu dari banyak kamp yang berdiri di dekat perbatasan Turki. Selama beberapa tahun terakhir, menjadi rumah bagi ribuan warga sipil Suriah yang berasal dari Kota Aleppo, Idlib, Palmyra, Lattakia dan kota-kota lain yang hancur karena perang.

Sejak konflik Suriah meletus tahun 2011 silam, ribuan warga sipil Suriah melarikan diri dari rumah, mencari lokasi paling aman. Provinsi Idlib yang berada dekat perbatasan Turki dianggap bisa jadi perlindungan keamanan dari gempuran rezim Assad. Kamp Kamuna berada di Kota Sarmada, Provinsi Idlib, hanya berjarak 20 kilometer dari garis perbatasan Turki.

Zeina Khodr, seorang jurnalis Al-Jazeera mengatakan, puluhan ribu warga sipil Suriah di Idlib sama sekali tak mengira serangan Assad akan mengarah juga ke Kota ini. Selama ini, sejak konflik meletus tahun 2011 silam, mereka menganggap makin dekat dengan perbatasan Turki, akan menjamin keamanan mereka.

Namun, sekali lagi kekejaman Assad atas warga sipilnya sendiri telah membuka mata dunia. Belum lewat 24 jam pasca gencatan senjata di Aleppo, jet tempur Assad malah melancarkan serangannya di Kota Idlib. Serangan ini jadi bukti, kekejaman rezim Assad sama sekali tak peduli dengan gencatan senjata. Dunia harus menyadari, praktek genosida betul-betul sedang terjadi di Suriah.

Komentar Anda

Most Popular

To Top