All for Joomla All for Webmasters
Featured

Real Madrid Juara Eropa 2016!

Milan – Real Madrid berhasil juarai Liga Champions 2015/2016. Gelar ini diraih setelah mengalahkan Atletico Madrid melalui babak adu penalti.

Jalannya Pertandingan

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion San Siro, Milan, Minggu (29/5/2016) dini hari WIB, Madrid langsung tampil menekan setelah kick-off dilakukan. Di sisi lain, Atletico juga berani tampil terbuka. Mereka tidak hanya sekadar menunggu Madrid melakukan serangan, lalu balas melakukan serangan balik.

Kendati begitu, Madrid tampil lebih dominan. Berulang kali, serangan mereka –yang kebanyakan diawali oleh umpan silang dan umpan panjang langsung ke depan– banyak membahayakan pertahanan Atletico. Peluang pun mereka dapatkan ketika pertandingan baru berjalan lima menit.

Berawal dari pelanggaran Filipe Luis terhadap Gareth Bale, Madrid mendapatkan tendangan bebas tak jauh dari kotak penalti Atletico. Bale sendiri yang mengeksekusi tendangan bebas tersebut.

Dari tendangan bebas Bale, yang dieksekusi dengan kaki kiri, bola menusuk ke depan gawang Atletico. Casemiro pun langsung menyambarnya sebelum bola menyentuh tanah. Sial bagi Casemiro, tendangannya masih bisa ditepis kiper Atletico, Jan Oblak, dengan kakinya.

Ketika pertandingan memasuki menit ke-15, Madrid kembali mendapatkan tendangan bebas. Dari tendangan bebas inilah, yang kali ini dieksekusi oleh Toni Kroos, Madrid meraih keunggulan.

Tendangan bebas Kroos disambut dengan sundulan oleh Bale. Bola yang melambung ke depan gawang Atletico setelah disundul Bale itu lantas disambar oleh Sergio Ramos dengan sepakan datar. Kali ini, Oblak tidak mampu menghalaunya. Madrid unggul 1-0.

Tertinggal dari rival sekota, Atletico tidak panik. Mereka tidak lantas terburu-buru untuk langsung menghambur ke depan dan menggempur pertahanan Madrid. Beberapa kali, mereka memutar-mutar bola di tengah, sebelum akhirnya melepaskan umpan terobosan ke depan ketika celah sudah terbuka.

Namun demikian, Madrid juga terbilang disiplin dalam bertahan. Trio Casemiro-Luka Modric-Toni Kroos tidak pernah berdiri terlalu jauh dari lini pertahanan Madrid sehingga membuat Atletico kesulitan untuk menemukan celah.

Dua peluang sempat didapatkan Atletico via Antoine Griezmann. Namun, satu tendangan Griezmann terlalu pelan sehingga dengan mudah ditangkap oleh Keylor Navas. Sementara, sepakan Griezmann lainnya melebar tipis di sisi kanan gawang Madrid.

Babak pertama berakhir setelah injury time selama satu menit selesai. Gol Ramos jadi pembeda di paruh pertama ini.

Babak kedua kemudian diawali dengan sebuah kejadian, yang kemudian membuat cerita final 2015/2016 ini menjadi lebih menarik. Baru beberapa saat pertandingan paruh kedua berjalan, Atletico mendapatkan penalti setelah Pepe melakukan pelanggaran terhadap Fernando Torres.

Griezmann kemudian mengeksekusi tendangan penalti itu. Namun, tidak ada gol yang tercipta setelahnya. Tendangan kaki kiri Griezmann menerpa mistar gawang dan bola kemudian memantul jauh. Ini adalah penalti kedua Griezmann musim ini, ketika menghadapi Madrid, dan dua-duanya gagal.

Tidak lama setelah penalti itu, pelatih Atletico, Diego Simeone, tampak memberikan sedikit wejangan dan menyemangati Griezmann di pinggir lapangan. Simeone kemudian menepuk anak buahnya itu dan mempersilakannya untuk main kembali.

Atletico tampil lebih agresif di babak kedua ini. Dengan masuknya Yannick Ferreira Carrasco –menggantikan Augusto–, mereka banyak menekan dari sisi sayap kiri. Beberapa kali mereka juga memaksa Madrid untuk bertahan amat dalam.

Kendati begitu, Madrid masih sempat memberikan ancaman untuk gawang Atletico. Pada menit ke-69, sebuah serangan balik Madrid diakhiri dengan sepakan Karim Benzema dari dalam kotak penalti. Sial bagi Benzema, dan juga Madrid, tendangan bomber asal Prancis itu masih bisa ditepis oleh Oblak.

Tidak beberapa lama setelahnya, gantian peluang Bale yang gagal. Tendangan keras datar pemain asal Wales itu dihalau pemain Atletico tepat di depan garis gawang Atletico.

Pada akhirnya, Atletico berhasil menyamakan kedudukan. Ketika pertandingan menginjak menit ke-79, Carrasco –si pemain pengganti– membobol gawang Madrid.

Gol bermula dari sebuah serangan dari sisi kanan (atau kiri pertahanan Madrid). Umpan silang dari Juanfran langsung disambar oleh Carrasco yang berada di depan gawang Madrid. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Setelah gol tersebut, Madrid masih sempat mendapatkan peluang lewat Ronaldo. Menerima umpan terobosan dari Bale, Ronaldo berusaha mengecoh Oblak dan melepaskan sepakan. Namun, sepakan Ronaldo dengan cepat dihalau oleh Oblak.

Sama seperti final dua tahun lalu, pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan.

Di babak tambahan, tidak banyak peluang tercipta. Namun, sebelum babak tersebut dimulai, beberapa pemain Madrid seperti Ronaldo dan Bale tampak mengalami kram. Mereka pun langsung mendapatkan perawatan dari fisioterapis tim.

Kendati demikian, para pemain Madrid tersebut masih bisa lanjut bermain. Yang tidak bisa melanjutkan permainan malah bek Atletico, Filipe Luis, yang mengalami cedera di pangkal pahanya. Luis pun digantikan oleh Lucas Hernandez.

Menjelang akhir babak tambahan, Madrid menggempur pertahanan Atletico. Namun, dua kali peluang mereka gagal lantaran terlalu lama untuk melepaskan sepakan. Dua kali juga usaha mereka digagalkan oleh blok pemain-pemain bertahan Atletico.

Laga pun dilanjutkan ke babak adu penalti.

Di babak adu penalti, hanya satu penendang yang gagal, yakni Juanfran. Namun, gagalnya tendangan Juanfran –yang mengenai tiang gawang– sudah cukup untuk memukul Atletico.

Penendang kelima Madrid, Ronaldo, menjalankan tugasnya dengan baik. Madrid pun keluar sebagai juara.

Susunan Pemain

Real Madrid: Navas, Carvajal (Danilo 51), Pepe, Ramos, Marcelo, Kroos (Isco 72), Casemiro, Modric, Bale, Ronaldo, Benzema (Lucas Vazquez 77).

Atletico Madrid: Oblak, Juanfran, Savic, Godin, Filipe Luis (Lucas Hernandez 108), Koke, Gabi, Augusto (Carrasco 45), Saul, Torres, Griezmann.

Komentar Anda

Most Popular

To Top