All for Joomla All for Webmasters
Featured

Insya Allah! Amalan Ini Lipatgandakan Pahala Anda Selama Ramadhan

baguskali.com

Ramadhan bulan berkah, bulan ibadah, bulan maghfiroh, bulan pelipatgandaan pahala, bulan tarbiyah dan bulan untuk berbenah diri. Benarkah? Ramadhan menjadi tidak bermakna bila kita terlalu banyak makan pada malam hari, bersenda gurau, banyak bermain game, petasan, ataupun terlalu banyak tidur di siang hari. Hal ini bisa menyebabkan fenomena “Gagal Ramadhan”.

“Gagal Ramadhan” terjadi karena kita tidak memiliki visi dan misi yang benar seperti yang telah disunnahkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Mari kita bahas visi dan misi ini dalam kajian yang singkat dan mudah dicerna.

Visi Ramadhan adalah “persedikit makan/minum dan perbanyak ibadah”. Hanya dengan sedikit makan/minum dan banyak ibadah seluruh keutamaan Ramadhan akan tercapai dan kita berhak atas maghfirah dari Allah SWT. Setuju?

Misi Ramadhan ada 10 poin. Pengen tahu? Ini dia penjelasannya:

  1. Misi pertama: Ta’khirussahur (mengakhirkan sahur)

Sahur? Bukan makan malam or sarapan, sahur adalah terjaga di 1/3 akhir malam. Sabda Rasulullah SAW: “Bangunlah pada waktu sahur, karena waktu sahur itu penuh berkah”. Pastikan setiap hari pada Ramadhan kita terjaga di waktu sahur untuk meraih berkah dan tidak hanya sekedar makan/minum.

  1. Misi kedua: Menyegerakan Berbuka

Rasulullah SAW bersabda: “Ummatku senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa”. Sunnah menyegerakan berbuka sepertinya pasti dilaksanakan semua orang, tapi sudah tahukan cara berbuka Rasulullah? Ini dia sunnah dari Beliau. Rasulullah SAW selalu berbuka dengan kurma tiga butir, dilanjutkan minum air, kemudian shalat maghrib. Setelah maghrib, Rasulullah SAW menanti shalat isya. Rasul berbuka tidak seperti kita berbuka; kurma, kolak, bakwan, dan teh manis (mungkin ada lagi yang lain ya). Setelah maghrib kita menyantap nasi dengan berbagai lauk pauknya. Seringkali kita jadikan antara maghrib dan isya sebagai ajang makan/minum semata. Sesuai penjelasan diatas, tentunya ini bertolak belakang dengan apa yang sudah disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Cara berbuka Rasul menyunnahkan kita untuk “memelihara” suasana lapar siang hari karena puasa pada malam hari. Islam agama yang tidak merusak apalagi membinasakan human being, Islam agama mudah dan memudahkan. Sunnah berlapar-lapar pada malam hari dibarengi kehalalan makan minum (seperlunya) agar kita tetap sehat dan kuat ibadah. Ingat kembali visi ramadhan: persedikit makan dan perbanyak ibadah. Setuju?

  1. Misi ketiga: Qiyamullail

Qiyamullail adalah rangkaian salat sunnah dua rakaat demi dua rakaat antara isya-subuh dengan sekali witir. Qiyamullail yang benar bukan dilihat dari jumlah rakaat 8 atau 20, tapi seberapa lama qiyam, ruku dan sujud ditambah kekhusyu’annya. Seluruh hadits tentang qiyamullail hanya mnjelaskan bahwa qiyamullail yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW itu berlama-lama saat qiyam, rukuk, sujud serta betapa khusyu’nya Beliau saat melaksanakannya. Jumlah rakaat bukanlah masalah penting, yang penting adalah sifat qiyamullail Rasulullah bisa kita laksanakan dengan lama dan khusyu. Berlebih-lebihan saat berbuka puasa juga sangat mengganggu kekhusyu’an dan kesanggupan kita untuk dapat berlama-lama melaksanakan Qiyamullail bermesraan dengan Allah.

Pilihan qiyamullail ini juga sangat banyak, silakan maksimalkan qiyamullail ini di rentang 9 jam antara waktu sholat isya ke subuh di setiap malamnya. Qiyamullail bisa dilaksanakan di awal, tengah atau akhir malam, boleh berjamaah, jangan lupa untuk melaksanakan witir sebelum tidur atau menjelang subuh. Pastikan setiap malam Ramadhan kita berQiyamullail, karena qiyamullail dapat dikatakan sebagai kembaran puasa. Puasa di siang hari dan qiyamullail di malam harinya.

Komentar Anda

Pages: 1 2 3

Most Popular

To Top