All for Joomla All for Webmasters
Featured

Perang Badar di Sekolah Ini, Belajar Sejarah Rasulullah SAW

baguskali.com

Perang Badar merupakan salah satu rangkaian kegiatan Quantum Leadership Ramadhan (QLR) 1437 H atau lebih umum sering disebut pesantren kilat di SD Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Medan, yang dilaksanakan dari tanggal 20-23 Juni 2016.

Bukan perang sebenarnya tapi merupakan sebuah pertunjukan dari siswa untuk lebih dari mengingat sejarah tentang perjuangan Rasulullah Muhammad SAW dahulu. Teknis peperangan ala SD YPSA ini adalah dengan mengisi air ke dalam kantong air sebagai senjata untuk dilemparkan kepada lawan. Sebelumnya seluruh peserta dibagi ke dalam 2 kelompok saling berhadapan.

Dalam kegiatan “perang badar” QLR SD YPSA ini, para peserta siswa-siswi SD YPSA ini sangat menyenanginya. Hal ini tampak dalam raut muka saat mereka laksanakan kegiatan tersebut pada hari Rabu (22/6/16) di Sport Centre YPSA.

Sekilas tentang sejarah perjuangan Baginda Rasul Muhammad SAW saat perang Badar terjadi.

Perang Badar adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Maret 624 Masehi atau 17 Ramadan 2 Hijriah. Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy[1] dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan.

Sebelum pertempuran ini, kaum Muslim dan penduduk Mekkah telah terlibat dalam beberapa kali konflik bersenjata skala kecil antara akhir 623 sampai dengan awal 624, dan konflik bersenjata tersebut semakin lama semakin sering terjadi. Meskipun demikian, Pertempuran Badar adalah pertempuran skala besar pertama yang terjadi antara kedua kekuatan itu. Muhammad saat itu sedang memimpin pasukan kecil dalam usahanya melakukan pencegatan terhadap kafilah Quraisy yang baru saja pulang dari Syam, ketika ia dikejutkan oleh keberadaan pasukan Quraisy yang jauh lebih besar. Pasukan Muhammad yang sangat berdisiplin bergerak maju terhadap posisi pertahanan lawan yang kuat, dan berhasil menghancurkan barisan pertahanan Mekkah sekaligus menewaskan beberapa pemimpin penting Quraisy, antara lain ialah Abu Jahal alias Amr bin Hisyam.

Bagi kaum Muslim awal, pertempuran ini sangatlah berarti karena merupakan bukti pertama bahwa mereka sesungguhnya berpeluang untuk mengalahkan musuh mereka di Mekkah. Mekkah saat itu merupakan salah satu kota terkaya dan terkuat di Arabia zaman jahiliyah. Kemenangan kaum Muslim juga memperlihatkan kepada suku-suku Arab lainnya bahwa suatu kekuatan baru telah bangkit di Arabia, serta memperkokoh otoritas Muhammad sebagai pemimpin atas berbagai golongan masyarakat Madinah yang sebelumnya sering bertikai. Berbagai suku Arab mulai memeluk agama Islam dan membangun persekutuan dengan kaum Muslim di Madinah; dengan demikian, ekspansi agama Islam pun dimulai.

Kekalahan Quraisy dalam Pertempuran Badar menyebabkan mereka bersumpah untuk membalas dendam, dan hal ini terjadi sekitar setahun kemudian dalam Pertempuran Uhud.

Komentar Anda

Most Popular

To Top