All for Joomla All for Webmasters
Featured

Danau Pink di Tanzania, Cantik Tapi Bagai Neraka

baguskali- Danau Natron di Tanzania, berwarna pink dan jernih. Namun danaunya juga disebut neraka, karena banyak binatang yang membatu di sana. Kok bisa?

Dilansir dari CNN Travel, Senin (18/7/2016) Danau Natron berlokasi di bagian utara Tanzania, tepatnya di kawasan perbatasan dengan Kenya. Cukup jauh untuk ke sana, butuh perjalanan 7 jam naik mobil dari Dodomma, ibukota negara Tanzania ke Kota Arusha. Lalu, lanjut lagi sekitar 2-3 jam.

Dari kejauhan, danau sedalam 3 meter ini sangat cantik dengan warna pink dan airnya jernih. Bagi yang naik pesawat menuju Tanzania, pasti dibuat terhipnosis saat melihat danaunya dari ketinggian.

Saat melihatnya dari dekat, burung-burung flamingo yang ada di pinggiran danaunya menambah elok pemandangan. Apalagi gunung berapi yang menjadi latar background danaunya, layak diabadikan dalam kamera.

Namun di balik kecantikan danau pink ini tersimpan cerita yang mengerikan. Tahukah Anda, warga Tanzania dan traveler yang pernah datang ke sana menjuluki Danau Natron sebagai neraka!

Ketika menjelajahi pinggiran Danau Natson, Anda akan melihat banyak bangkai-bangkai hewan yang kebanyakan burung. Beberapa bangkainya pun terlihat seperti membatu dan berwarna abu-abu. Jumlahnya ada ribuan!

Dari hasil penelitian, natron pada nama danaunya merupakan air garam yang memiliki pH sampai 10,5. Artinya, air danaunya dapat membakar kulit dan mata hewan. Belum selesai, air danaunya juga tercampur dengan abu beracun dari gunung berapi yang ada di sekelilingnya. Suhu airnya pun dapat menyentuh angka 100 derajat Celcius!

Garam yang terkandung di dalam airnya bukanlah garam biasa. Dari hasil penelitan, garam di Danau Natron merupakan kapur magmatik yang telah ditempa dalam bumi, keluar melalui aliran lava. Ibaratnya begini, hewan yang masuk ke dalam danaunya bak masuk ke dalam adonan semen dan membuat mereka menjadi batu.

Dikarenakan air danau yang sangat jernih, membuat burung-burung terkecoh dan masuk ke dalam danaunya hingga tenggelam lalu kemudian membatu. Satu-satunya spesies hewan yang dapat bertahan hidup di bawah permukaan danau adalah alkaline tilapia (Alcolapia alcalica), ikan sejenis nila. (aul/net)

Komentar Anda

Most Popular

To Top