All for Joomla All for Webmasters
Eduinfo

Kenapa Mesti Repot Ikut Antrian? Tolong Share/Bagikan!

baguskali.com

Panjang, mengular, panas, dan bosan adalah sekian dari banyak hal yang kita jumpai pada saat ngantri. Bener kan? Apalagi kalau pas beli tiket konser artis yang udah ngetop. Mendingan beli sama calo atau ada nggak koneksian orang dalam supaya nggak mesti ngantri. Ya bahasa lainnya, kalo bisa cepet, ngapain harus nunggu lama-lama, bayar aja lebih supaya cepat. Atau pas lagi di lampu lalu lintas, lampunya lagi warna merah, bisa aja kita lihat kanan, lihat kiri, kosong, ya udah hajar teroooos.

Ungkapan-ungkapan seperti itu seringkali kita lihat kejadian aslinya di kehidupan kita. Dan masalah diatas itu, sangat erat hubungannya dengan gaya didik anak-anak Indonesia saat ini. Nah, apakah mungkin banyaknya generasi korup saat ini disebabkan oleh MKKB alias masa kecil koruptor yang kurang bahagia? Kayaknya bukan itu saja, tapi yang paling penting itu adalah kurangnya disiplin, nasionalisme, dan rasa malu.

Nah, berikut ini nih, ada salah satu percakapan guru Australia dengan narasumber (bukan saya) mengenai pendidikan disana, silakan disimak. (Kalaupun ini ada yang menanggap hoax, tetap baca aja ye, karena ini penting).

Seorang guru di Australia pernah berkata:

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak-anak sekolah dasar kami tidak pandai Matematika. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri”.

Sewaktu ditanya “Mengapa dan kok bisa begitu?” karena dan secaraaa yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.

Inilah jawabannya:

Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga dibalik proses mengantri.

Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG dan BAGI (Biasanya BAGI ini pun agak kurang dipakai, karena sering mengali-ngalikan aja ya, wkwkwkwk). Sebagian mereka ada yang menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dan sebagainya.

Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI?”

”Oh iya, banyak sekali pelajaran berharganya”.

Singkat cerita, ini nih pelajaran berharga dibalik MENGANTRI:

  • Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.baguskali.com
  • Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting.
  • Anak belajar berdisiplin, teratur, dan kerapihan sehingga tidak menyerobot hak orang lain. Makanya di negara kita ini bahkan untuk masuk ke PTN pun orangtuanya rela bayar supaya anak bisa masuk. Dengan sistem ini, bisa jadi anak yang punya kompetensi baik, tergeser akibat sogok menyogok yang terjadi.
  • Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri). Apalagi sekarang ada smartphone, bisa baca e-book yang berseliweran di internet.
  • Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
  • Anak belajar tabah dan sabar dalam menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang (ini kan melatih kita untuk lebih menghargai proses, bukan hanya mengejar hasil akhir yang sifatnya instan).
  • Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.malu
  • Anak belajar memiliki rasa malu jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
  • Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
  • Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.

dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta. Apa yang di pertontonkan para orangtua pada anaknya dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.

  • Ada orangtua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
  • Ada orangtua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
  • Ada orangtua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya diperbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
  • Ada orangtua yang malah marah2 karena ditegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orangtua yang menegurnya.

dan saya juga yakin, pasti Anda pernah mengalami berbagai macam kasus lainnya juga kan?

Ah sayang sekali ya… padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?

Ah sayang sekali ya… jika orangtua, guru, dan Kementrian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.

Ah sayang sekali ya… Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral?

Ah sayang sekali ya… seperti apa kelak anak-anak yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orangtua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus dilatih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia. Mari kita ajari generasi muda kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik.

MERDEKA!

Silakan ceritakan pengalaman anda tentang mengantri dan pentingnya belajar antri di kolom komentar di bawah.

Komentar Anda

Most Popular

To Top