All for Joomla All for Webmasters
Eduinfo

Tips Membuat Critical Book Review

baguskali.com

Ada satu hal yang dapat dikatakan sebagai fact (kenyataan) yang agak-agak ironis dalam dunia perguruan tinggi, yakni disamping membuat tinjauan buku secara kritis (critical book review) merupakan salah satu tugas penting saat kuliah, namun jarang ada pembekalan mengenai “how to”-nya. Di sisi lain, hingga kini masih saja didapati ada semacam kecenderungan umum di kalangan mahasiswa yang tidak dapat membedakan antara membuat tinjauan buku dengan ringkasan buku.

Tinjauan buku bukan ringkasan buku. Ringkasan buku, seperti sebutannya, hanya penyajian ulang isi buku dalam format ringkasnya; sementara tinjauan buku melibatkan interaksi dan evaluasi kritis terhadap isi buku tersebut. Ringkasan buku itu semata-mata deskriptif; tinjauan buku itu minor deskripsi namun mayor preskripsi! Karena itu, di sini saya ingin berbagai tips tentang bagaimana membuat tinjauan kritis terhadap sebuah buku untuk keperluan pemenuhan tugas-tugas kuliah. Tips ini merepresentasikan dua pokok, yaitu: asumsi dan teknisnya.

ASUMSI

Ada beberapa asumsi umum, yang harus selalu diingat saat membuat tinjauan kritis terhadap sebuah buku:

  1. Kesatuan (unity). Sebuah buku harus dibaca sebagai sebuah kesatuan yang utuh.
  2. Jenis sastra (genre). Diktum penting dalam hal membaca dan memaknai literatur berbunyi demikian: “meaning is genre-dependent”.
  3. Kekuatan dan kelemahan. Harus selalu ingat bahwa setiap buku disamping memiliki kontribusi-kontribusi positifnya, namun juga dapat saja mengandung kelemahan-kelemahan mulai dari yang sepele hingga yang fatal.

 

TEKNIK

Asumsi-asumsi di atas akan teraplikasi dalam membuat tinjauan kritis terhadap sebuah buku. Kita sebut saja teknik membuat tinjauan buku untuk kepentingan tugas kuliah. Teknik ini dibagi lagi menjadi dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap penulisan.

Untuk tahap persiapan, beberapa poin di bawah ini akan menolong Anda dalam menelusuri isi buku yang menjadi tugas Anda:

  1. Biasanya pada silabus kuliah, dosen akan mencantumkan teknis pembuatan tinjauan buku, mis. jenis kertas, ukuran margin, jumlah halaman, dan spasi. Tetapi, jika memungkinkan, tanyakan kepada dosen yang bersangkutan mengenai teknis perumusan isi tinjauan buku tersebut. Hal-hal apa yang ia ingin harus ada dalam tugas membuat tinjauan buku tersebut. Sebab unsur subjektivitas dalam penilaian dosen adalah unsur yang tidak bisa ditiadakan. Dengan menanyakan hal ini, Anda mengetahui apa yang menjadi “keinginan” dosen yang bersangkutan.
  2. Ketahuilah tingkat kepakaran dari penulis buku tersebut, mis.: spesifikasi studinya, publikasi-publikasi lain dari penulis tersebut yang sebidang dengan buku yang sedang Anda tinjau. Ini akan memberikan gambaran awal bahwa Anda sedang membaca sebuah buku dari penulis yang “tepat”.
  3. Untuk mendapatkan gambaran awal mengenai isinya, gunakan teknik skimming kemudian baca sekali lagi dengan teknik scanning (tanyakan kepada dosen Anda jika kepada Anda belum diajarkan mengenai kedua teknik membaca ini).
  4. Catatlah klaim utama dari buku tersebut lalu periksa argumen-argumen pendukungnya, baik berupa argumen logis maupun presentasi data/fakta.
  5. Catatlah kontribusi-kontribusi penting, termasuk juga argumen-argumen serta presentasi data yang Anda rasa menarik untuk nantinya Anda tonjolkan dalam tinjauan Anda. Di samping itu, perhatikan juga mengenai hal-hal yang menurut Anda merupakan kelemahannya. Kontribusi dan kelemahan yang dimaksud di sini juga meliputi metode rekonstruksi dan presentasi data serta argumennya.

Setelah tahap persiapan di atas, sekarang Anda siap untuk memulai tahap penulisan tinjauan kritis terhadap sebuah buku, yakni:

  1. Cantumkan informasi bibliografis mengenai buku yang bersangkutan: nama penulis, judul buku, tempat terbit-penerbit-tahun terbit, dan jumlah keseluruhan halamannya.
  2. Masukkan beberapa poin penting ini dalam isi tinjauan Anda: a) gambaran mengenai klaim dan argumen penulisnya; b) interaksi kritis Anda (setuju atau tidak setuju disertai argumen Anda); c) kontribusi positifnya; d) kelemahan-kelemahannya (jika ada); dan d) kepada kelompok pembaca yang mana Anda merekomendasikan buku tersebut untuk dibaca (kalangan akademisi, awam, dll.). Perlu diingat bahwa Anda tidak perlu menuliskan isi review Anda dalam bentuk poin-poin spesifik seperti yang ada di sini. Maksud saya, poin-poin ini harus tercermin dalam tinjauan kritis Anda.
  3. Berhubungan dengan poin 2 di atas, porsi penyajian deskripsi isi buku tidak boleh melebihi porsi interaksi kritis Anda terhadap isi buku tersebut. Dosen Anda tidak memerlukan deskripsi isi buku itu. Ia sudah membacanya. Yang ia perlukan adalah interaksi kritis Anda terhadap isi buku tersebut.

Demikianlah tips mengenai cara membuat Critical Book Review. Poin-poin asumtif dan teknis di atas memang belum mewakili semua yang perlu Anda ketahui mengenai membuat tinjauan buku secara kritis. Anda bisa mendapatkan informasi tambahan dari sumber-sumber lain, karena tips di atas semata-mata dibuat berdasarkan pengalaman. Meski begitu, dengan mengingat asumsi-asumis serta menerapkan langkah-langkah di atas, sepertinya Anda akan mendapatkan nilai yang memuaskan untuk tugas tersebut. Semoga bermanfaat, Salam edukasi!

Komentar Anda

Most Popular

To Top