All for Joomla All for Webmasters
Internasional

Dalai Lama: Umat Budha Myanmar Seharusnya Membantu Rohingya, Bukannya Malah Membunuhi

baguskali- Pemimpin Buddha Tibet Dalai Lama angkat bicara soal penderitaan etnis Muslim Rohingya di Myanmar. Menurut Dalai Lama, umat Buddha di Rakhine seharusnya melindungi Muslim Rohingya, bukannya malah menyakiti mereka.

Berbicara kepada wartawan di India Utara, Dalai Lama menyatakan keprihatiannya atas kekerasan terhadap Rohingya di Myanmar. Padahal Myanmar adalah negara yang 90 persen penduduknya beragama Buddha.

Dalai Lama mengatakan seharusnya umat Buddha Myanmar meneladani Buddha yang tidak akan menyakiti orang lain.

“Mereka menyakiti Muslim, mereka seharusnya mengingat Buddha,” kata Dalai Lama pekan lalu, dikutip Telegraph, Senin (11/9).

Jika meneladani Buddha, lanjut Dalai Lama, umat Buddha Myanmar seharusnya membantu Rohingya. Bukannya malah membunuhi mereka.

“Dia [Buddha] pasti akan membantu orang-orang Muslim yang kesusahan itu. Saya merasa sangat sedih,” kata pemimpin Buddha Tibet yang tinggal di pengasingan itu.

Komentar Dalai Lama itu disampaikan menyusul aksi pembantaian terhadap umat Muslim Rohingya di Rakhine sejak dua pekan terakhir. Ratusan ribu Rohingya terpaksa mengungsi ke Bangladesh untuk mencari aman.

Dalam berbagai kekerasan terhadap Rohingya di Rakhine, warga Buddha yang radikal di Rakhine disebut ikut andil di dalamnya. Di antara salah satu pemuka Buddha Myanmar yang menyuarakan provokasi terhadap rohingya adalah Wirathu.

Tindakan warga Buddha Rakhine ini dikecam oleh umat Buddha di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang mengatakan tindakan kekerasan tidak mencerminkan ajaran Buddhisme.

Pemerintah Myanmar mengatakan operasi militer di desa-desa Rohingya sejak 25 Agustus diperlukan untuk mencari kelompok militan pemberontak yang menyerang pos-pos polisi.

Namun menurut Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra’ad al Hussein yang terjadi di Rakhine justru akan serangan sistematis terhadap warga sipil Rohingya, mengarah kepada genosida alias pembersihan etnis.

“Karena Myanmar menolak akses penyidik HAM, situasi saat ini tidak bisa sepenuhnya diketahui, tapi kondisi ini adalah contoh nyata dari pembersihan etnis,” kata Zeid dalam rapat dengan Dewan HAM PBB pekan ini. (kumparan.com)

Komentar Anda

Most Popular

To Top