All for Joomla All for Webmasters
Nasional

200 Hari Kasus Penyerangan Novel Baswedan, Apa Kabar?

baguskali.com

Jakarta, 201 hari kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan berlalu. Namun hingga kini, pelakunya belum juga ditemukan.

Seraya memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga memperingati 201 hari penyiraman air keras terhadap penyidik senior di lembaga antirasuah itu.

Sejumlah pegawai kompak menggunakan pita hitam dalam upacara yang digelar di Gedung Merah Putih KPK Kuningan, Jakarta, Senin (30/10). Hal tersebut sebagai bentuk keprihatinan akan peristiwa penyiraman terhadap Novel yang pelakunya belum juga ditemukan.

“Wadah pegawai secara spontan (menggunakan pita hitam) untuk memperingati 200 hari (201, Red) karena sampai sekarang belum ditemukan penyerangnya,” ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif.

Doa pun dihaturkan demi kesembuhan mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bengkulu tersebut. “Tadi kita memang mendoakan kesembuhan Mas Novel,” sebutnya.

Tentu KPK juga berharap supaya pelaku penyiraman yang menyebabkan luka parah di kedua mata Novel tersebut segera ditemukan. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ditemukan,” harap Laode.

Sejauh ini, komunikasi dengan kepolisian tetap dilangsungkan. Baik secara formal maupun informal. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis yang memimpin langsung. “Yah mudah-mudahan tidak lama lah kita bisa menemukan,” imbuhnya.

Kabar terakhir dari kepolisian, telah ditemukan beberapa petunjuk. “Info terakhir tentang Novel mereka menemukan beberapa clue, tapi belum dipresentasikan,” jelas Laode.

Namun dari keterangan kepolisian, menangani kasus penyiraman tersebut cukup sulit. Kesulitan utamanya dikatakan bahwa penyiraman terjadi di malam hari, bukan waktu subuh. “Dan saksi yang melihat tidak terlalu banyak. Mungkin diharapkan kepada masyarakat yang telah melihat sketsanya untuk melaporkan,” pungkas Laode.

Sebelumnya, wajah Penyidik Senior KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal, seusai menjalankan salat subuh di masjid dekat kediamannya, pada 11 April lalu. Luka parah pada kedua mata Novel akibat siraman air keras tak cukup ditangani di Indonesia. Sejak 12 April 2017, Novel mendapatkan perawatan mata di sebuah rumah sakit di Singapura.

Sumber: jawapos.com

Komentar Anda

Most Popular

To Top