All for Joomla All for Webmasters
Nasional

Percikan Api Tukang Las Mengenai 4 Ton Tumpukan Kembang Api

baguskali.com

Banten, Pemeriksaan terhadap ketiga tersangka dan saksi-saksi yang mengetahui penyebab kebakaran di pabrik mercon Kosambi terus dilakukan. Berdasarkan keterangan saksi yang dikumpulkan penyidik, penyebab kebakaran adalah percikan api dari pengerjaan pengelasan di bagian atap pabrik.

Percikan api dari pengelasan itu jatuh ditumpukan bahan utama pembuat kembang api yang beratnya diperkirakan mencapai 4.000 kilogram.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi memang yang bersangkutan ini (tersangka) mengelas di atas atap mengenai bahan kembang api yang ditumpuk sekitar 4.000 kilogram,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Sabtu, 28 Oktober 2017.

Baca juga: Penyebab Meledaknya Pabrik Kembang Api Kosambi Sangat Mengejutkan

Pengelasan dilakukan oleh tersangka Subarna Ega yang masih buron. Dia mendapat perintah dari Direktur Operasional perusahaan itu, Andry Hartanto yang juga jadi tersangka.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nico Afinta, Andry menyuruh Ega mengelas salah satu bagian di dalam gedung. Percikan apinya mengenai bahan kembang api sehingga menyulut kebakaran.

“Dia menyuruh las gedung sebelah kanan atas, di sanalah terjadinya percikan api yang menyambar,” kata Nico.

Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan tiga orang sebagai tersangka kebakaran gudang mercon tersebut. Salah satunya adalah pemilik gudang, Indra Liyono (40).
“Penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya menetapkan tiga tersangka. Yang pertama adalah pemilik dari pada perusahaan tersebut atas nama Indra Liyono,” ujar Argo.

Dia menambahkan, “Kedua, menetapkan tersangka atas nama Andry Hartanto sebagai Direktur Operasional, yang ketiga menetapkan tersangka terhadap Subarna Ega. Dia yang melakukan pekerjaan ngelas di situ.”

Kebakaran hebat disertai ledakan melanda pabrik dan gudang petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses, Kamis, 26 Oktober 2017, pukul 09.00 WIB. Akibatnya, sebanyak 48 orang yang merupakan pegawai di pabrik tersebut tewas. Sementara korban luka sebanyak 46 orang.

Sumber: viva.co.id

Komentar Anda

Most Popular

To Top