All for Joomla All for Webmasters
Nasional

Laksamana Malahayati Resmi Pahlawan Nasional Wanita Ke-13

baguskali.com

Jakarta, Perjuangan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) setahun terakhir membuahkan hasil. Hari ini (9/11), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menobatkan Laksamana Malahayati, Panglima Angkatan Laut Kesultanan Aceh sebagai pahlawan nasional. Malahayati menjadi perempuan Indonesia ke-13 yang mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Malahayati dinobatkan bersama tiga tokoh lainnya di Istana Negara. Masing-masing pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Lafran Pane; tokoh NTB, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid; Sultan Mahmud Riayat Syah dari Riau.

Keempatnya diberi gelar pahlawan melalui Keppres nomor 115/TK/2017 yang diteken Presiden 6 November lalu, di sela persiapan pernikahan putrinya. Pertimbangannya, tokoh tersebut pernah memimpin dan melakukan perjuangan untuk merebut kemerdekaan. Baik dalam bentuk perjuangan bersenjata, perjuangan politik, atau bidang lainnya.

Pahlawan nasional

Presiden Joko Widodo (dok. JawaPos.com)

Selain itu, pahlawan harus pernah melahirkan gagasan besar yang bisa menunjang pembangunan bangsa dan negara. Kemudian, jangkauan perjuangannya luas dan berdampak secara nasional.

Penyerahan gelar itu diwakili oleh keturunan para tokoh. Dalam hal ini, Malahayati diwakili oleh keturunan ke-45, Teungku Putro Safiatuddin Cahya Nur Alam. Duduk di kursi rodanya, dia menerima plakat gelar itu dengan keharuan.

Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto menuturkan, sudah setahun lamanya pihaknya memperjuangkan agar Malahayati masuk menjadi pahlawan nasional. “Dari 169 pahlawan nasional, ada 12 yang perempuan. Dan Malahayati tidak masuk dalam daftar 12 pahlawan perempuan itu,” terangnya.

Rupanya, ketika Kowani mengajukan ke Kementerian Sosial, pihaknya langsung mendapat dukungan penuh dari Mensos Khofifah Indar Parawansa. “Ajukan saja, nanti kami dukung,” ucap Giwo menirukan Khofifah.

Sementara, Mahfud MD Menilai pengukuhan Lafran Pane sebagai pahlawan menunjukkan bahwa Mahasiswa Islam sudah terlibat sejak awal dalam membentuk sejarah emas Indonesia. “Dengan begini, namanya akan tercatat dalam sejarah. Orang akan mencari tahu siapa itu Lafran Pane,” ujarnya.

Sumber: jawapos.com

Komentar Anda

Most Popular

To Top